The Body Shop® Indonesia:500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood

by -409 views

●Meningkatnya kekerasan seksual selama pandemik COVID-19 adalah shadow pandemicdan merupakan masalah darurat nasional yang harus menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat.

●Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia di tahun 2019 mencapai 431.471 kasus, atau naik 8 kali lipat dalam 12 tahun terakhir.

●The Body Shop® Indonesia ingin mengedukasi generasi muda Indonesia untuk menghentikan kekerasan seksual melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak.

●Kampanye ini bertujuan untuk mengumpulkan 500.000 tanda tangan untuk petisi Stop Sexual Violencesampai bulan Maret 2021.

●Tujuan utama Gerakan #TBSFightForSisterhood adalah untuk mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) menjadi Undang -Undang.

●Gerakan 500 Langkah Awal merupakan bagian dari rangkaian kampanye, dimana terdapat 500 lebih pasang sepatu sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye Stop Kekerasan Seksual. Adapun sepatu-sepatu tersebut merupakan dukungan yang dikirim oleh pelanggan, karyawan serta kolega kami.

Rabu, 25 November 2020″citayambersatu.com – The Body Shop®Indonesia hari ini menggelar demo diam The Body Shop® Indonesia: 500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood,sebuah upaya untuk memberikan simbol permulaan untuk mendorong RUU PKS sebagai dasar legislasi penting yang harus disahkan. Lewat aksi ini, The Body Shop® Indonesia mengajak masyarakat terlibat aktif dengan berpartisipasi dalam petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/.Petisi TBS Fight For Sisterhoodini merupakan bentuk dukungan suara publik untuk berjuang melawan kekerasan seksual terhadap perempuan dan memberikan perlindungan dan pemulihan kepada korban kekerasan seksual.Acara hari ini juga disiarkan langsung melalui Youtube channel The Body Shop Indonesia.

Meningkatnya kekerasan seksual selama pandemik COVID-19 adalah shadow pandemic dan merupakan masalah darurat nasional yang harus menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat. Kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan bentuk ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender antara perempuan dan laki-laki sehingga diperlukan Undang -Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia di tahun 2019 mencapai 431.471 kasus, atau naik 8 kali lipat dalam 12 tahun terakhir. Kekerasan seksualterhadap anak perempuan naik 65 persen di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di tengah kondisi pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020, kasus kekerasan terhadap perempuan juga dikhawatirkan akan makin meningkat.

“Pandemi COVID-19 mungkin membatasi ruang kita bergerak namun semangat dan antusias masyarakat yang ingin mendukung dapat terlihat dari 500 lebih pasang sepatu yang hadir di tengah-tengah kita. Sepatu yang dikirimkan oleh pelanggan, karyawan dan kolega kamiiniadalah bukti bahwa perwakilan masyarakat hadir secara simbolik di depan DPR RI, meminta khususnya Komisi VIII agar dapat segera mengembalikan RUU PKS ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas)2020 dan mengesahkannya di tahun2021,” ujar Aryo Widiwardhono, CEO Of The Body Shop® Indonesia

Periode sejak tanggal, 25 November, yang merupakan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga 10 Desember, yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia Internasional, merupakan rangkaian kampanye global 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Rentang waktu ini digunakan sebagai momentum mengajak500 orang untuk melakukan langkah awal bersama The Body Shop® Indonesia dalam mendukung dan memperjuangkan hak perempuan, untuk mewujudkan pengesahan RUU PKS dan mencegah bertambahnya kasus kekerasan seksual serta memfasilitasi perlindungan dan rehabilitasi bagi korban.

The Body Shop® Indonesia mengadakan “Shoes in Silence to Stop Sexual Violence” pada Rabu (25/11). Hadir sebagai narasumber Aryo Widiwardhono, CEO Of The Body Shop® Indonesia, Wawan Suwandi, Public Relations Yayasan Pulih, Devi Asmarani, Editor-in-Chief & Co-Founder Magdalene.co dan Hera Diani, Managing Editor & Co-Founder Magdalene.co, Indrawati dan Mayla Perwakilan Staff Toko The Body Shop® Indonesia.Hadir Influencer Annisa Budiarti @budiartiannisa, Tatya Dara @tatyadara__, Tirza @tirzataffani

Aryo menambahkanbahwa The Body Shop® Indonesia menggunakan 500 lebih pasang sepatu yang telah dikumpulkan untuk menggalang aspirasi dan memberi dukungan terhadap perempuan Indonesia melalui aksi diam di depan Gedung DPR RI. Lima ratus sepatu tersebut sebagai simbol langkah awal bersama The Body Shop® Indonesia dalam memperjuangkan hak perempuan mewujudkan pengesahan RUU PKS untuk mencegah bertambahnya kasus kekerasan seksual serta memfasilitasi perlindungan dan rehabilitasi bagi korban.

Veryanto Sitohang –Ketua Subkomisi Partisipasi MasyarakatKomnas Perempuanmengatakan, Komnas Perempuan hadir dan turut mendukung kampanye The Body Shop® Indonesia: 500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood demi kesejahteraan perempuan Indonesia karena kampanye ini dapat mengajak publik untuk lebih sadar terhadap pentingnya pengesahan RUU PKS sekaligus merupakan wujud dukungan bagi para korban kekerasan seksual. Sejak tahun 2003 Komnas Perempuan menginisiasi kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Kampanye ini dimulai pada tanggal 25 November sampai dengan 10 Desember sebagai peringatan Hari Hak Asasi Manusia. Ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan secara simbolik merupakan pelanggaran hak asasi manusia. “Komnas Perempuan mengajak masyarakat untuk terlibat bersama melakukan kampanye ini untukmemenuhi perlindungan dan keadilan terhadap penyintas. Komnas Perempuan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Mari kita melakukan gerak bersama jangan tunda lagi sahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual”.

Wawan Suwandi, Public Relations Yayasan Pulih mengatakan bahwa Yayasan Pulih hadir dan turut mendukung kampanye The Body Shop® Indonesia: 500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood. RUU PKS harus segera disahkan untuk menghentikan kasus kekerasan seksual dan memulihkan korban kekerasan seksual. Pembahasan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menemui jalan buntu di tahun 2020, karena DPR memutuskan untuk mengeluarkan RUU tersebut dari Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) dengan beragam alasan. Padahal sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki persoalan kekerasan seksual. Hasil survei Badan Pusat Statistik tahun 2017 menemukan 1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan seksual. Sementara survei nasional yang dilakukan oleh Koalisi Ruang Publik Aman pada 2019 menemukan 3 dari 5 perempuan mengalami kekerasan seksual. Menyikapi persoalan situasi darurat kekerasan seksual yang terjadi Indonesia, kami dari Yayasan Pulih meminta“Pertama, DPR RI tidak mengeluarkan lagi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dari PROLEGNAS 2021; Kedua, DPR RI menjadikan pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai RUU prioritasdi tahun2021; Dan ketiga, DPR RI segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di tahun 2021”, ungkap Wawan.

Devi Asmarani, Editor in Chief & Co-Founder Magdalene.co mengatakan bahwa Magdalene mendukung kampanye The Body Shop® Indonesia: 500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood. Sebuah survei daring yang dilakukan Magdalene.co bersama Lentera Sintas Indonesia dan difasilitasi oleh Change.org Indonesia pada 2016 memperlihatkan, hanya 7 persen dari penyintas yang melaporkan kasus mereka ke aparat hukum. Dari yang melaporkan tersebut, hanya 1 persen yang kasusnya terselesaikan. Menyikapi persoalan ini, Magdalene.co mendesak agar, “Pertama, DPR mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual pada tahun 2021; Kedua, pemerintah dan segenap aparatur negara menjadikan penghapusan kekerasan seksual sebagai salah satu prioritas kebijakan; Dan ketiga, agar segenap masyarakat mendukung upaya menghapus kekerasan seksual di Indonesia”.

Indrawati & Mayla,PerwakilanStaf Toko The Body Shop® Indonesia mengatakan The Body Shop® Indonesiasudah menjadi lingkungan kerja yang penuh dengan semangat persaudaraan dan melindungi perempuan. Meski demikian, Staff toko The Body Shop®Indonesia juga kerap kali mengalamitindakan kekerasan seksual terutama saat bekerja, baik berupa verbal maupun fisik. Staff toko The Body Shop® Indonesia merasa perlu suatu payung hukum yang jelas untuk menindaklanjuti permasalahan kekerasan seksual tersebut, serta perlu jaminan rasa aman di lingkungan pekerjaannya, yakni diwujudkan melalui pengesahan RUU PKS.

Annisa Budiarti @budiartiannisa,Tatya Dara @tatyadara__, Tirza @tirzataffani yang merupakan influencer menyampaikan bahwa500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood merupakan simbol dukungan terhadap pengesahan RUU PKS dan perlindungan bagi korban. Masih banyak korban yang belum bisa berbicara tentang kekerasan seksual yang mereka alami. RUU PKS sebagai perlindungan korban harus segera disahkan.Dengan semangat kami ikut mengirimkan sepatu-sepatu kami sebagai bentuk dukungan.

Dengan kampanye The Body Shop®Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood, The Body Shop® Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Pulih dan Magdalene akan melakukan psikoedukasi untuk membuat masyarakat memahami isu kekerasan seksual dengan benar dan memberikan layanan konseling yang memadai untuk korban kekerasan seksual. Pelanggan dapat berkontribusi mewujudkan kedua hal tersebut melalui donasi kasir.

The Body Shop® Indonesiabersama Makassar International Writer Festival memproduksi video Stop Sexual Violence sebagai wujud edukasi juga dukungan untuk penyintas kekerasan seksual yang dapat dilihat pada link berikut https://youtu.be/Nfdd0106KxAdan https://youtu.be/Ijn-UhcJAEI. Mari kita wujudkan Indonesia yang aman dari kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.Taka da waktu tersisa. Ayo segera sahkan RUU PKS (Icho)

Leave a Reply