Grand Sahid Jaya Catat Kenaikan Pendapatan 38%, Sahid Optimis 2022 Akan Menjadi Tahun Pemulihan

by -18 Views

Jakarta, 1 Maret 2022″citayambersatu.com” – PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID atau Perse mengumumkan bahwa unit usaha Grand Sahid Jaya menutup tahun 2021 dengan tingkat hunian di angka 34%. Hal ini melampaui target perseroan dalam keterbukaan informasi sebelumnya. Perseroan melalui unit usaha Grand Sahid Jaya secara konsisten mencatat
Occupancy Rate yang sama atau lebih tinggi daripada tolak ukur industri.

Realisasi strategi pemulihan ekonomi perseroan dan optimalisasi marketing mix yang diusun unit usaha Grand Sahid Jaya menjadi kunci sukses perseroan dalam mempertahankan bisnis yang baik. Hal ini termasuk fokus perseroan pada empat pilar utama yang meliputi inovasi produk, perbaikan berkelanjutan, optimalisasi pelayanan, dan ketahanan lingkungan.

Menutup tahun 2021, unit usaha Grand Sahid Jaya mencatatkan pendapatan sebesar Rp 60,7 miliar. Pendapatan ini mengalami peningkatan sekitar 38% dari Rp 44 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan, laba operasi kotor dilaporkan turut meningkat 232% menjadi Rp 20 miliar dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Ratri Sryantoro Wakeling, Wakil Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International menjelaskan selama tahun 2021 unit usaha Grand Sahid Jaya juga terus melakukan perluasan income stream dari yang sebelumnya hanya berfokus pada akomodasi, hal ini terbukti dimana revenue F&B naik di kisaran 13.7% dibanding tahun sebelumnya. Pada tingkat granular, ARR
(Average Room Rate) juga mengalami perbaikan. Sedangkan kontribusi segmentasi penjualan juga mengalami re-balancing menuju pra-pandemi

Ia juga menjelaskan bahwa Sahid optimis Tahun 2022 akan menjadi tahun pemulihan bagi Sahid, melalui berbagai perluasan income stream yang dilakukan Grand Sahid Jaya, seperti peluncuran kembali Golden Dragon Restaurant dan Solo Lounge.

“Kami juga bersyukur ditengah berbagai tantangan ekonomi selama tahun 2021 kepercayaan konsumen kami terus meningkat, penguatan visi kami sebagai wedding destination bagi warga Jakarta juga terefleksi oleh tercatatnya peningkatan 300% inquiries sejak kami merenovasi ballroom pernikahan kami tahun lalu,” jelas Ratri melalui keterangan pers di Jakarta.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang hotel dan properti, perseroan juga mengelola hampir 4.000 kamar melalui Sahid Hotels & Resorts yang merupakan perusahaan seinduk. Jaringan hotel perseroan tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan bagian timur Indonesia.

Pendapatan agregat semua hotel yang dikelola melalui Sahid Hotels & Resorts meningkat 29% dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Laba Usaha Bruto (EBITDA) semua hotel yang dikelola Sahid Hotels & Resorts meningkat 94,85%

“Tingkat okupansi jaringan Sahid Hotels & Resorts berangsur membaik dalam satu tahun terakhir. Hal ini dicapai seiring beragam strategi dan inovasi produk baru yang Sahid Hotels &
Resorts lakukan untuk mempertahankan bisnis di tengah kondisi pandemi Covid-19. Tahun ini kami juga akan terus memperkuat jaringan Sahid Hotels & Resorts, salah satunya melalui kampanye F&B yang lekat dengan kearifan lokal jaringan kami,” lanjut Ratri.

Ratri optimistis, pasar pariwisata bisa segera pulih dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Harapannya, pasar pariwisata bisa rebound di semester 2 2022 – semester 1 2023 mendatang. Maka untuk memanfaatkan momentum tersebut, jaringan Sahid Hotels & Resorts akan meluncurkan kampanye Surat Cinta untuk kuliner Indonesia dan Sahid Bangkit Bersama Desa Wisata .

Kampanye Surat Cinta Sahid untuk kuliner Indonesia adalah inisiatif yang dilakukan Sahid Hotels & Resorts yang bertujuan untuk mengangkat profil dan keunikan kuliner lokal di setiap
lokasi dan region jaringan hotel kami, menampilkan wajah dan cerita di balik setiap kreasi, kami siap membawa citarasa lokal ke tingkat nasional. Sedangkan Sahid Bangkit Bersama Desa
Wisata merupakan bentuk kolaborasi Sahid dengan masyarakat dan komunitas setempat untuk mempromosikan potensi pariwisata lokal. Para wisatawan dapat mengunjungi Desa Wisata untuk mengagumi konservasi budaya, adat istiadat dan kearifan lokal, dan sambil menikmati akomodasi bernuansa Heritage di hotel kami,” tutup Ratri. (Icho)

Leave a Reply