Gerai Bebas Bea (duty-free shop) Dalam Kota Perusahaan Patungan Sarinah dengan DUFRY dan Omega segera dibuka di Sarinah Thamrin Jakarta

by -38 Views

Jakarta, 25 Februari 2022″citayambersatu.com” – PT Sarinah, beserta perusahaan global travel retail ternama, DUFRY International AG, dan Groupo Industrial Omega SA de CV yang awal Februari lalu telah menandatangani Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement) kini siap mewujudkannya pada duty-free shop saat Sarinah dibuka Juni 2022 mendatang.

Dufry adalah sebuah perusahaan duty-free terkemuka di dunia yang berkantor pusat di Switzerland, didirikan pada tahun 1865. Dufry memiliki dan mengoperasikan lebih  dari 2400 outlet di berbagai belahan dunia dengan jumlah pelanggan dan pengunjung sebesar 2.5 milyar orang/tahun adalah market leader global bisnis duty-free. Dufry juga pemilik jaringan retail shop Hudson Corporation.

Fetty Kwartati menggaris bawahi bahwa, kerjasama ini sejak dirintis hingga kini sampai pada realisasinya merupakan sebuah upaya yang cukup panjang dan menuntut Sarinah menyempurnakan DNA managementnya untuk menjadi worldclass retail player. Sarinah bisa banyak belajar global consumers insight dari Dufry. Jika Sarinah yang bertransformasi menjadi Community Mall dan lokomotif mesin pengerak UMKM dan produk nusantara unggulan ini dapat memanen rantai nilai dan rantai pasok Dufry, maka Sarinah dapat turut membawa gerbong produk UMKM, dan usaha perempuan ke pasar global. Sebaliknya Dufry dapat memperoleh akses pasar di Indonesia dimana peran Sarinah juga cukup instrumental karena ada wadahnya, ada pembinaannya, ada jejaring yang luas karena Sarinah juga ada dalam payung Holding Pariwisata. Akses kepada bandara internasional di Indonesia misalnya juga akan sangat bermakna bagi Dufry dalam melebarkan sayap bisnis bebas bea di Indonesia.

Dalam rangka memperkenalkan program down town duty-free shop ini, maka Sarinah bersama dengan Jakarta Content Week melaksanakan Sarinah Jakarta Content Week Festival (Sarinah Jaktent) yang telah berlangsung sejak November 2021 dengan tema “To Gather Again”. Rangkaian acara Sarinah Jaktent ini berlanjut hingga bulan ini, dengan mengusung format talkshow online yang akan berlangsung pada Jumat, 25 Februari 2022. Ajang ini menampilkan para pakar dan jenama Sarinah dengan total tiga sesi yang penyusunan programnya dilakukan oleh Yayasan 17000 Pulau Imaji dan Frankfurter Buchmesse sebagai penyelenggara Jakarta Content Week sejak 2020.

Alvinta Purba selaku General Manager Sarinah Jaktent 2022 menyampaikan bahwa keterlibatan Jaktent dalam proses transformasi Sarinah adalah untuk turut membangun literasi dan konten brand lokal keren atau local hero agar dicintai bangsanya, karena brand yang mendunia harus dicintai bangsanya sendiri dulu baru brand lokal akan memikat pasar dunia. Apalagi pasar domestik kita dengan penduduk yang besar menjadi pasar yang logis dan menggiurkan untuk menjadi tuan rumah produknya sendiri.

Kehadiran Sarinah Downtown Duty Free shop ini akan tampil dalam enam tema besar yaitu heartwarming gift to the one, a taste of spice, bittersweet memories, rejuvenate the soul, embrace the authenticity, and tailored to perfection yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pelancong baik dalam maupun luar negeri.

Selengkapnya, Sarinah Jakarta Content Week kali ini adalah:

 Bittersweet Memories with Pipiltin Cocoa

Cokelat merupakan komoditi ekspor yang sangat menarik untuk diolah dan diulik secara mendalam, keberagaman rasa, aroma, warna dari coklat yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia pun beraneka ragam yang tentu saja menarik untuk dijadikan sesuatu baik makanan maupun minuman. Dalam sesi ini Sarinah Downtown Duty Free shop akan memberi insight mengenai konsep Bittersweet Memories yang dihadirkan sebagai salah satu segmen unggulan, sementara Pipiltin Cocoa akan membagikan pengetahuan mengenai pengolahan cokelat di Indonesia dari mengolah bahan mentah hingga siap untuk dipasarkan.

Tailored to Perfection with MIWA Patterns

Industri tekstil di Indonesia merupakan salah satu industri yang rata-rata berkembang setiap tahunnya hingga 10% di Indonesia, dan juga sebagai salah industri terbesar di Indonesia. Hasil olahan tekstil seperti tas, scarf, dan pakaian sangat digemari dan juga menjadi salah satu penyumbang produk domestik bruto terbesar di Indonesia. Dalam sesi ini Sarinah Downtown Duty Free shop dan MIWA Patterns akan berbicara mengenai konsep Tailored to Perfection yang akan membahas mengenai industry tekstil yaitu fashion brand melalui lukisan diatas canvas, keunikannya, serta bagaimana animo masyarakat terhadap produk jenis ini.

Embrace the Authenticity with Torajamelo

Kekayaan budaya Nusantara yang tertuang dalam ragam kainnya tidak akan pernah gagal untuk memukau. Dari Sabang hingga Merauke, kain merupakan hal yang sangat penting dalam lini kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat kental akan budaya dan adat istiadat. Keapikan, kemahiran, pola pikir, bentuk masyarakat, bahkan konsep spiritualitas yang ada pada setiap suku di Indonesia tertuang dalam kain-kain tradisional mereka yang Indah. Keindahan kain tenun tradisional Indonesia ini bahkan sudah diakui dunia dengan ditetapkannya tenun ikat Sumba Weaving of Indonesia  sebagai The World’s Intangible Heritage oleh UNESCO pada tahun 2013 untuk kategori Urgent Safe Guarding List.

Dalam sesi ini Sarinah Downtown Duty Free Shop akan berbicara mengenai konsep Embrace the Authenticity yang akan hadir sebagai salah satu segmen unggulan. Torajamelo menjadi salah satu contoh tenant yang akan bergabung di sesi ini dan akan bercerita mengenai keindahan kain-kain tenun Toraja, Mamasa (Sulawesi), Adonara, Larantuka dan Lembata di Nusa Tenggara Timur yang bekerjasama dengan lebih dari 1200 penenun (women empowerment) dimana memiliki sarat akan makna dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat adat pembuatnya. (Icho)

Leave a Reply